Langsung ke konten utama

Mengenal Terrarium


Tanaman
hias yang tumbuh hijau dan subur di pekarangan rumah bisa menjadi ruang tersendiri untuk melepas penat. Saat kita melihatnya bermekaran, warna-warni kehijauan dan juga bunga-bunga di taman bisa menyenangkan hati kita. Lalu bagaimana dengan mereka yang tidak memiliki taman? Jangan khawatir, Anda bisa menggunakan terarium. Terarium sendiri merupakan wadah taman mini indoor. Terarium kaca memungkinkan Anda untuk menambahkan tanaman yang membutuhkan perawatan minimal dan sangat cocok untuk mereka yang tidak memiliki waktu untuk merawatnya, tidak memiliki bakat untuk berkebun atau tidak memiliki lahan untuk memulai sebuah taman.

 

Terrarium dan Sejarahnya

Terarium berasal dari bahasa latin terra (bumi) dan arium (tempat atau wadah). Maka bisa dipastikan isi terarium hanya berasal dari tanah, seperti tanaman dan tanah. Menurut Almanac.com, terarium adalah miniatur ekosistem tanah, batu, dan tanaman yang disusun dalam toples atau wadah tertutup. Ini seperti taman rumah kaca mini.

 

Asal usul terarium ini pertama kali ditelusuri oleh seorang dokter di London bernama Dr. Nathaniel Ward di awal abad ke-19. Pada awal tahun 1800-an ia menempatkan kepompong dalam toples tertutup sehingga ia bisa melihat ngengat sphinx muncul. Tanpa disadari, beberapa tanaman tumbuh dari tanah di dasar toples, termasuk pakis yang sedang mekar. Ini mengejutkan Ward karena dia tidak bisa menanam pakis di kebunnya sendiri. Dari penemuan yang mengejutkan ini, Ward membuat rangkaian wadah pakis yang kemudian dikenal dengan Wardian Chests atau Wardian Case. Terarium primitif ini kemudian menjadi populer, terutama di kalangan orang kaya, yang memiliki kotak hiasan besar yang dapat diubah menjadi terarium dengan tanaman hias, taman mini, dan pemandangan hutan.

 

Tujuan terarium sebenarnya adalah dekorasi dekoratif, sehingga keindahan yang dikandungnya harus benar-benar diperhatikan. Britannica dalam laporannya mengatakan bahwa tanaman yang biasanya ditanam di terarium adalah tanaman yang bersuhu dingin termasuk lumut, lumut, tormentil, pakis kayu, violet, arbutus dan anemon. Dalam suhu yang lebih hangat dapat menampung berbagai begonia, puring, peperomia, ara merayap, cemara Cina dan tanaman tropis lainnya. Lapisan bawah terarium tanaman biasanya berisi pasir besar atau kerikil  yang dicampur dengan sedikit arang. Di atas adalah lapisan tanah  2-3 cm atau sekitar 1 inci.Saat ini sudah banyak dekorasi tambahan untuk interior terarium, seperti catwalk, pagar dan lampu.

 

Terrarium Terbuka & Tertutup

 

Terarium saat ini dibagi menjadi dua kategori yang berbeda, yaitu terarium terbuka dan tertutup. Masing-masing jenis ini bekerja secara berbeda. Terarium tertutup adalah ekosistem yang berfungsi penuh karena sepenuhnya terisolasi dalam wadah transparan yang tertutup rapat. Tanaman di dalamnya menerima nutrisi dari tanah, yang terus-menerus didaur ulang. Saat tanaman tumbuh, ia menyerap nutrisi dari tanah. Ketika tanaman berikutnya mati, dia akan mengembalikannya kembali ke  tanah. Air di terarium juga membentuk siklus air mini melalui transpirasi dan kondensasi. Baik tanaman maupun tanah di terarium melepaskan kelembapan. Ini mengembun di dinding terarium dan jatuh kembali ke bawah untuk digunakan kembali. Siklus ini sama dengan siklus hujan di ekosistem alami ini. Oleh karena itu, mereka tetap membutuhkan sinar matahari. Tanaman yang tumbuh paling baik di terarium tertutup adalah tanaman yang menyukai kelembaban seperti pakis, lumut, dan air mata bayi.

 

Sementara  terarium terbuka, selalu terbuka ke lingkungan luar, memungkinkan sirkulasi udara yang memadai di seluruh terarium. Kelembaban juga berkurang karena tidak ada siklus air seperti di terarium tertutup. Kondisi ini membuat terarium lebih kering dan sedikit lembab. Ini sangat ideal untuk tanaman seperti kaktus dan sukulen. Namun, Anda harus menyirami terarium terbuka setiap beberapa minggu dan memberi mereka banyak sinar matahari langsung agar tetap sehat.

Komentar